Header Ads

Kisah Hidup John McAfee, Raja Antivirus yang Tewas Bunuh Diri di Penjara

Pendiri perusahaan keamanan komputer ternama, John McAfee, ditemukan tewas di dalam sel penjaranya di Spanyol pada hari Rabu, 23 Juni 2021 waktu setempat. Informasi ini muncul tak lama setelah pengadilan memutuskan untuk menyetujui ekstradisinya ke Amerika Serikat terkait keterlibatannya dalam kasus penggelapan pajak. John McAfee telah mendekam di penjara sejak tahun 2020 lalu, tepatnya setelah dia ditangkap di sebuah bandara di Barcelona pada Oktober 2020.

Pengacara John MacAfee, Javier Villaba, menyatakan bahwa McAfee nekat mengakhiri hidupnya akibat depresi selama mendekam di penjara. Villaba menambahkan bahwa sebenarnya McAfee masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas hukuman yang diterimanya, namun McAfee memilih untuk menyerah dan akhirnya nekat gantung diri di dalam penjara.

Biografi Singkat

John McAfee dilahirkan di Inggris pada 18 September 1945. Dia menamatkan pendidikan sarjana jurusan matematika di Roanoke College pada tahun 1967, dan akhirnya memperoleh gelar doktoralnya di kampus yang sama pada tahun 2008. Setelah menjadi sarjana, McAfee bekerja sebagai seorang programmer di NASA untuk studi luar angkasa di Kota New York. Setelah puas berkecimpung di dunia NASA, McAfee bergabung dengan Univac dan bekerja sebagai desainer perangkat lunak. Selain itu, dia juga sempat bekerja bersama Xerox sebagai seorang arsitek sistem operasi.

Nasib baik mulai menghampiri McAfee ketika dirinya bekerja di Lockheed. Di sana, dia menerima salinan salah satu virus komputer yang bernama Pakistani Brain. Virus ini mencuat pada tahun 1986 dan diketahui menyerang sistem File Allocation Table di DOS. Pakistani Brain, virus yang diciptakan oleh Basid dan Amjad Farooq Alvi, merupakan virus yang sangat berbahaya kala itu. Oleh karena itu, McAfee terdorong untuk menciptakan software yang dapat mendeteksi dan menghapus virus tersebut secara otomatis. Berkat software yang berhasil diciptakannya, McAfee meraih kesuksesan yang sangat besar.

Perusahaan McAfee

Perlahan tapi pasti, McAfee mulai merintis perusahaan keamanan komputer yang dinamai dengan namanya sendiri, yakni McAfee Associates. Perusahaan ini resmi berdiri pada tahun 1987, dan pada tahun 1989 John McAfee memutuskan untuk hengkang dari perusahaan yang membesarkan namanya, Lockheed. McAfee Associates mengalami masa kejayaan pada tahun 1992 dengan keuntungan miliaran dollar per tahunnya. Namun, pada tahun 1994 McAfee memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaannya sendiri. Dia menjual seluruh saham miliknya dan akhirnya McAfee Associates dimerger dengan Network General sekaligus sebagai pemilik barunya.

Kehidupan Penuh Kontroversi

Hengkangnya McAfee dari perusahaannya seolah menjadi titik balik baginya. Memang, McAfee sempat menduduki peringkat atas di jajaran orang terkaya di dunia, bahkan sosoknya terdaftar dalam biografi tokoh dunia. Sayangnya, kesuksesan McAfee tampaknya tak bertahan lama. Pada tahun 2009, bersamaan dengan pindahnya John McAfee ke Belize, diketahui kekayaannya turun dengan sangat drastis. Miliuner kondang itu hanya menyisakan kekayaan sekitar 4 juta dollar di tahun tersebut.

Kehidupan McAfee memanglah sangat unik. Dia berbeda dengan kebanyakan miliuner lain di seluruh belahan dunia. Jika miliuner lain memilih untuk hidup mewah di tengah kota dengan fasilitas yang berkelas, McAfee memilih untuk hidup di pedalaman Belize dengan segala keterbatasan. McAfee sering keluar masuk hutan dengan membawa senjata layaknya seorang pemburu.

Kehidupannya di Belize tampaknya tak semulus yang dia harapkan. Rumahnya pernah digerebek oleh polisi atas dugaan produksi obat terlarang. Hidupnya penuh dengan masalah narkotika, pemujaan berhala, seks bebas, dan masalah-masalah lain yang membuatnya menjadi buronan polisi atas kasus pembunuhan ekspatriat Amerika yang bernama Gegrory Faull.

McAfee juga pernah menjadi guru kriptokurensi gadungan, melakukan scalping saham, terjerat kasus pencucian uang, dan yang terkini adalah keterlibatannya dalam kasus penggelapan pajak. Bahkan, dengan segudang "prestasi"-nya tersebut, McAfee tercatat pernah dua kali mencalonkan diri menjadi Presiden Amerika Serikat dan sempat menjadi peserta dalam debat presiden Partai Libertarian pada tahun 2016 silam.

Film Tentang John McAfee

Kehidupannya yang sangat kontroversial tentu menarik perhatian sejumlah pelaku usaha perfilman, salah satunya Warner Bros yang berhasil meluncurkan film mengenai John McAfee dengan judul "Gringo: The Dangerous Life of John McAfee" pada tahun 2016 lalu. Dalam pengerjaan film ini, pihak Warner Bros mendatangkan 2 penulis handal, yaitu Scott Alexander dan Larry Karaszewski. Narasi terkait film ini pun diambil dari sebuah artikel majalah Wired yang berjudul "John McAfee's Last Stand".

Tidak ada komentar

Copyright © 2020 by Wahyu Wijiyanto. Diberdayakan oleh Blogger.