Tips Membuat CV untuk Fresh Graduate, Pasti Dilirik!
Sebagai seorang yang baru lulus dari perguruan tinggi, atau biasa disebut dengan fresh graduate, tentunya kalian tidak mau menghabiskan banyak waktu untuk menganggur dan ingin segera mendapatkan pekerjaan yang layak. Tak sedikit dari kalangan fresh graduate yang merasa minder dalam persaingan untuk masuk ke dunia kerja. Mulai dari kurangnya pengalaman kerja/magang, tidak punya skill khusus yang bisa ditonjolkan, bahkan ada yang bingung bagaimana cara membuat CV atau curriculum vitae yang baik dan benar. Padahal, fresh graduate tentu punya banyak kelebihan dan bisa menjadi potensi yang besar bagi perusahaan. Semangat belajar yang tinggi, ambisius, inovatif, serta up-to-date membuat perusahaan menaruh perhatian besar pada fresh graduate. Lalu, bagaimana cara agar CV buatanmu menarik di mata perusahaan? Simak tips berikut ini!
Tata Bahasa yang Baik dan Benar
Tata bahasa yang baik dan benar tentu sudah menjadi kewajiban mutlak
bagi seorang pelamar. Hal ini tentu akan menunjang profesionalisme
pelamar dan di sisi lain memberikan kesan penghormatan kepada perekrut.
Gunakan ejaan yang sesuai dengan PUEBI, hindari typo atau salah ketik,
dan rumuskan kalimat yang efektif serta tidak ambigu. Dengan begitu,
tentunya perekrut akan lebih mudah memahami informasi yang kalian
berikan dan terhindar dari berbagai bentuk kesalahpahaman.
Singkat, Padat, dan Jelas
Faktanya, rata-rata perekrut profesional hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 menit untuk membaca CV-mu dan menentukan apakah kalian layak untuk bekerja di perusahaannya atau tidak. Jadi, buatlah CV-mu sesingkat mungkin, namun telah mencakup berbagai informasi penting yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hal ini tentu akan memudahkan perekrut dalam menyerap informasi secara cepat dan tepat.
Tonjolkan hal-hal yang memang relevan dengan posisi pekerjaan yang kamu tuju. Sebagai contoh, jika kalian berencana untuk melamar posisi desainer, maka tonjolkan kompetensi kalian di bidang desain grafis, kemampuan untuk menggunakan tools-tools desain terkini, dan pemahaman yang mendalam akan konsep seni grafis. Kalian tidak perlu mencantumkan hal-hal yang tidak diperlukan, misalnya kejuaraan memasak, menyanyi, dan hal-hal lain yang kurang relevan. Hal ini hanya akan membuang waktu dan tentunya tidak akan dipertimbangkan oleh perekrut.
Desain Sederhana dan Menarik
Desain CV yang menarik tentu akan lebih cepat dilirik oleh perekrut, namun desain yang menarik bukan berarti harus ramai dan penuh variasi. Desain CV yang sederhana akan memberikan kesan penekanan pada isi/konten CV, dalam hal ini konten dari CV-mu adalah hal yang paling utama. Sebaliknya, desain CV yang terlalu ramai akan menimbulkan distraksi fokus perekrut, sehingga seolah-olah menghilangkan fungsi dan hakikat utama dari CV itu sendiri.
Desain CV yang sederhana juga sangat efektif digunakan ketika kalian melamar pekerjaan secara online, dalam hal ini perekrut menggunakan ATS (Applicant Tracking System). ATS ini akan menyaring CV pelamar secara otomatis dan membuat pemeringkatan sesuai dengan relevansi isi CV terhadap apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Semakin sederhana desain CV yang kalian buat, maka ATS akan semakin mudah mengekstrak informasi dari CV kalian.
Unik dan Luar Biasa
Utamanya di bagian pengalaman pekerjaan atau magang, tuliskan poin penjelasan yang menunjukkan kontribusi apa yang telah kalian berikan ke perusahaan atau tempat magang kalian. Berusahalah untuk membuat poin penjelasan ini unik dan luar biasa di mata perekrut.
Sebagai contoh, kalian memiliki pengalaman kerja di bidang UI/UX. Mungkin sebagian besar akan memberikan poin penjelasan seperti ini "Membuat desain UI/UX yang menarik dan sesuai dengan tema besar perusahaan", hal ini tentu sudah biasa dan memang sudah menjadi hal dasar yang diharapkan dari seorang desainer UI/UX. Kalian bisa coba tuliskan seperti ini "Melakukan riset UX secara mendalam dan berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung situs web perusahaan secara signifikan", tentu hal ini akan lebih menarik di mata perekrut dan menjadi nilai tambah bagi kalian. Dalam hal ini, tetaplah jujur dan jangan melebih-lebihkan. Tuliskan pencapaian kalian secara objektif dan hindari menuliskan hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi.
Cover Letter
Tips terakhir yang bisa kalian terapkan adalah menyertakan cover letter atau surat pengantar ketika kalian mengirimkan lamaran ke perusahaan. Terdengar sepele, namun keberadaan cover letter dipandang sebagai salah satu poin yang sangat krusial dalam proses perekrutan. Kalian bisa menuliskan sambutan, menjelaskan ketertarikan kalian untuk bergabung ke perusahaan yang kalian tuju, dan menuliskan harapan kalian di cover letter ini. Tentunya hal ini akan membuat perekrut merasa dihormati dan meningkatkan ketertarikan perekrut terhadap pelamar.



Komentar Pembaca